Piala Dunia FIFA telah berkembang menjadi mega-event global bernilai miliaran dolar, namun bukti empiris secara konsisten menunjukkan bahwa penyelenggaraannya cenderung memperburuk ketimpangan pendapatan (rasio Gini). Penelitian ini merumuskan Kerangka Kebijakan Global (KKG) untuk mengubah Piala Dunia menjadi katalis pertumbuhan inklusif, dengan menggunakan metode studi kasus komparatif pada tiga wilayah tuan rumah bersama: Asia Timur (2002), Amerika Utara (2026), dan Eropa-Afrika (2030). Data dianalisis menggunakan benefit incidence analysis dan policy gap analysis, berpijak pada teori informasi asimetris (Stiglitz) dan economies of scale (Krugman). Hasil menunjukkan bahwa tanpa intervensi, Piala Dunia meningkatkan rasio Gini sebesar 0,03–0,04 poin di kota penyelenggara. Kerangka yang diusulkan terdiri dari tiga pilar: (1) Inequality Reduction Fund (15–20% pendapatan komersial FIFA); (2) Host Country Economic Rights Charter; dan (3) penguatan rantai nilai lintas batas. Simulasi kebijakan untuk Maroko 2030 menunjukkan potensi penurunan rasio Gini sebesar 0,015 poin. Reformasi kebijakan global diperlukan agar Piala Dunia tidak menjadi instrumen redistribusi kekayaan terbalik.
Copyrights © 2026