Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda terhadap saluran pencernaan ayam lokal. Penelitian ini menggunakan ayam lokal berumur 15-21 minggu sebanyak 80 ekor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 x 2 (faktor A adalah formulasi ransum dan faktor B adalah penambahan vitamin E (100 ppm) dan selenium (1 ppm)) dan lima ulangan. Parameter yang diukur adalah persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan (duodenum, jejunum, ileum, sekum, kolon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda menunjukkan tidak adanya interaksi antara faktor A dan B serta tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan. Penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda menghasilkan persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan ayam lokal berada pada kisaran normal.
Copyrights © 2026