Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemborosan (waste) biaya pada proyek investigasi geoteknik menggunakan pendekatan lean construction, serta menganalisis dampak eliminasi waste terhadap profitabilitas. Data dikumpulkan dari satu proyek infrastruktur perkotaan (studi kasus) dengan nilai kontrak Rp1.623.865.000. Biaya aktual dibandingkan dengan anggaran, dan setiap akun biaya diklasifikasikan ke dalam kategori waste (transportasi, pemrosesan berlebih, waktu tunggu, bakat tidak terpakai). Hasil menunjukkan total biaya aktual Rp591.369.529 (9,93% di bawah anggaran), namun masih terdapat waste operasional sebesar Rp48,047,607 (8,12% dari biaya aktual). Jika waste ini dieliminasi, profitabilitas proyek dapat meningkat dari 63,58% menjadi 66,54% terhadap nilai kontrak, atau peningkatan laba absolut sekitar Rp48,047,607. Penelitian ini juga mengakui bahwa anggaran kontinjensi (contingency budget) merupakan praktik manajemen risiko yang sah dan bukan waste. Implikasi bagi perusahaan jasa geoteknik: dengan mengurangi waste operasional, perusahaan dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif dalam tender dan penunjukan langsung tanpa mengorbankan kualitas. Studi kasus ini menunjukkan bahwa lean construction dapat menjadi strategi peningkatan daya saing yang efektif.
Copyrights © 2026