Pelaksanaan direct payment atas tagihan operasional menuntut adanya dokumen pendukung yang lengkap dan sesuai sebagai dasar verifikasi sebelum pembayaran dilakukan. Dalam praktiknya, masih dijumpai ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian dokumen yang menyebabkan proses verifikasi harus diulang, sehingga berpotensi menghambat kelancara administrasi pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian dokumen, menelaah faktor penyebabnya, serta mengevaluasi penerapan pengendalian internal dalam proses direct payment di PT XYZ. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Proses pengolahan data mengikuti tahapan Miles, Huberman dan Saldana meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan empat bentuk permasalahan dokumen, yaitu surat jalan tanpa otorisasi, ketidaksesuaian nomor dokumen, lampiran transaksi yang belum lengkap, serta perbedaan data resi dengan buku ekspedisi. Faktor yang memengaruhi permasalahan tersebut meliputi aspek manusia, kepatuhan terhadap prosedur, koordinasi antarunit, serta keterbatasan waktu. untuk mengurangi kesalahan administrasi, PT XYZ menerapkan pengendalian internal berupa verifikasi dokumen, otorisasi berjenjang dan koordinasi antarunit. Penerapan pengendalian internal terbukti mendorong akurasi informasi, meningkatkan akuntabilitas serta memperlancar proses pembayaran.
Copyrights © 2026