Kemiskinan merupakan permasalahan pembangunan yang bersifat multidimensional dan hingga saat ini menjadi tantangan utama di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur. Meskipun tingkat kemiskinan Jawa Timur menunjukkan tren penurunan secara jangka panjang, disparitas antarwilayah yang sangat tajam masih terjadi, di mana wilayah Madura secara konsisten mencatatkan kemiskinan tertinggi sementara wilayah perkotaan berada pada posisi terendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan, Investasi, dan Perilaku Merokok terhadap Kemiskinan di 38 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur tahun 2018–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder panel seimbang (balanced panel) dengan 266 observasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur dan Kementerian Investasi/BKPM. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, serta diolah menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara parsial, PDRB per Kapita ADHK dan Panjang Jalan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, Investasi dan Perilaku Merokok tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat dan perluasan infrastruktur jalan merupakan instrumen yang efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, dan diperlukan kebijakan yang holistik dan merata antarwilayah untuk mengatasi disparitas kemiskinan yang masih tinggi.
Copyrights © 2026