Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kemampuan auditor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Kalimantan Timur dalam mendeteksi fraud dengan motivasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada auditor BPK Provinsi Kalimantan Timur. Sampel penelitian berjumlah 82 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud. Selain itu, motivasi terbukti mampu memperkuat hubungan antara kompetensi dan kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud. Namun, motivasi tidak mampu memoderasi hubungan antara independensi dan kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi, independensi, dan motivasi auditor penting dalam mendukung efektivitas pendeteksian fraud pada sektor pemeriksaan keuangan negara
Copyrights © 2026