Penelitian bertujuan menganalisis dampak kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terhadap aktivitas operasional PT. Borneo Angkasa Jaya serta implikasinya terhadap tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelitian literature. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan RKAB berpengaruh signifikan terhadap operasional perusahaan. Perubahan sistem dari multi-tahun menjadi tahunan serta pembatasan target produksi menyebabkan fluktuasi dan penurunan produksi pada periode 2024–2025. Dampak tersebut tercermin pada penurunan aktivitas operasional, seperti berkurangnya penggunaan alat berat, penyesuaian jam kerja, dan menurunnya intensitas pertambangan. Selain itu, kebijakan RKAB juga berdampak tidak langsung terhadap tenaga kerja melalui perubahan pola kerja dan peningkatan efisiensi sumber daya manusia. Kebijakan RKAB menjadi faktor eksternal utama yang mempengaruhi produksi, aktivitas operasional, dan tenaga kerja, sehingga diperlukan kemampuan adaptasi perusahaan serta kebijakan yang lebih stabil dari pemerintah
Copyrights © 2026