Ketidaktepatan penggunaan antibiotik masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan antibiotik secara rasional adalah tingkat pengetahuan masyarakat terkait indikasi penggunaan, dosis yang sesuai, lama terapi, serta konsekuensi penghentian pengobatan sebelum terapi dinyatakan selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungantingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh masyaraka yang melakukan pemeriksaan di puskesmas wilayah Kecamatan Comal, sampel yang digunakan100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan responden dalam penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan hasil 52% responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan 65% memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Uji Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik (p < 0,001). Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin baik kepatuhannya dalam menggunakan antibiotik sesuai anjuran.
Copyrights © 2026