Kinerja pegawai merupakan komponen terpenting yang mendasar dalam menentukan keberhasilan organisasi untuk tercapainya visi dan misi. Pada era digitalisasi tuntutan transparansi, akuntabilitas, efisiensi serta efektifitas sangat diperlukan guna tercapainya program pemerintah. Serta responsifnya Pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat juga menentukan kinerja pegawai. Kinerja pegawai yang baik memberikan dampak terhadap citra serta akuntabilitas Pemerintah dimata masyarakat. Kinerja pegawai dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya general self-efficacy, job satisfaction, innovative work behavior serta kepemimpinan transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership terhadap employee performance dengan mempertimbangkan peran mediasi general self-efficacy, job satisfaction, dan innovative work behavior pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk menguji model yang melibatkan 303 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership berpengaruh signifikan terhadap employee performance, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tiga variabel mediasi tersebut. Seluruh jalur hubungan antar variabel menunjukkan hasil yang signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui penguatan efikasi diri, kepuasan kerja, dan perilaku inovatif. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model kinerja pegawai sektor publik serta rekomendasi praktis bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di birokrasi pemerintahan.
Copyrights © 2026