Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterikatan kerja dan manajemen talenta terhadap perilaku kerja adaptif karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik total sampling, yaitu sebanyak 33 orang karyawan PT. Astra Honda Motor Mamuju sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebagai instrumen utama yang didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap perilaku kerja adaptif dengan nilai thitung 4,803 > ttabel 2,024 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Manajemen talenta juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap perilaku kerja adaptif dengan nilai thitung 3,285 > ttabel 2,024 dan signifikansi 0,003 < 0,05. Secara simultan, keterikatan kerja dan manajemen talenta berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja adaptif dengan nilai Fhitung 44,500 > Ftabel 3,316 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 74,8%, yang menunjukkan bahwa kontribusi kedua variabel independen dalam menjelaskan variasi perilaku kerja adaptif berada pada kategori kuat, sedangkan 25,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026