Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan, tekanan sosioekonomi, konsumsi hedonis, dan perilaku utang terhadap resiliensi keuangan, dengan kesejahteraan finansial dan kesulitan keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 111 karyawan sektor perdagangan dan jasa di Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan prosedur bootstrapping untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kesejahteraan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi keuangan, dengan kesejahteraan finansial sebagai prediktor yang paling dominan. Konsumsi hedonis juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap resiliensi keuangan, mengindikasikan adanya pola perilaku yang berbeda dari asumsi teoritis konvensional. Di sisi lain, perilaku utang dan tekanan sosioekonomi terbukti meningkatkan tingkat kesulitan keuangan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa kesejahteraan finansial secara signifikan memediasi pengaruh literasi keuangan dan perilaku keuangan terhadap resiliensi keuangan, sedangkan kesulitan keuangan tidak berperan sebagai mediator pada hubungan yang diuji. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan kesejahteraan finansial sebagai strategi utama dalam memperkuat resiliensi keuangan pekerja, sekaligus membuka ruang kajian lebih lanjut mengenai dinamika konsumsi hedonis dalam konteks ketahanan finansial.
Copyrights © 2026