Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Subulussalam sebagai mediator dalam menjaga keharmonisan antar dayah (pesantren) melalui pendekatan internal dan eksternal. Keberagaman paham keagamaan dan metode pendidikan di dayah seringkali memunculkan potensi konflik atau disonansi antar lembaga, sehingga diperlukan peran ulama yang terorganisir untuk memelihara kedamaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus HUDA Subulussalam, Hasil penelitian menunjukkan bahwa HUDA Subulussalam berperan aktif sebagai mediator melalui jalur internal, yaitu dengan membangun komunikasi dialogis antar pimpinan dayah, menyatukan kurikulum dasar keagamaan, serta menyelesaikan perselisihan faham keagamaan (furu’iyah) secara kekeluargaan dan mencari solusi kedepan nya agar konflik bisa di redakan. Sementara itu, peran eksternal diwujudkan melalui penguatan hubungan dayah dengan pemerintah dan dukungan masyarakat setempat dalam merumuskan kebijakan berbasis syariat dan pengokohan keyakinan agama serta melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk menghindari polarisasi. Peran ganda ini terbukti efektif dalam meminimalisir konflik dan menciptakan keharmonisan hubungan antar dayah, yang berdampak pada stabilitas sosial-keagamaan di Kota Subulussalam.
Copyrights © 2026