Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja groin dan breakwater sebagai bangunan pelindung pantai dalam mengurangi dampak abrasi di Pantai Sunur, Kota Pariaman. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan pemodelan numerik melalui perangkat lunak Surface Water Modeling System (SMS). Analisis difokuskan pada perubahan morfologi dasar perairan dan pola sedimentasi yang muncul setelah penerapan masing-masing struktur. Pemodelan dilakukan pada lingkungan pasang tinggi arah penyebaran gelombang dominan dari barat. Dua skenario diuji, yaitu pemasangan groin dan pemasangan breakwater. Hasil simulasi menunjukkan bahwa breakwater menghasilkan akumulasi sedimen yang lebih besar pada area terlindung di belakang bangunan. Sebaliknya, groin lebih berfungsi mengendalikan perpindahan sedimen sepanjang garis pantai. Berdasarkan hasil tersebut, breakwater dinilai memberikan tingkat perlindungan yang lebih baik terhadap abrasi di Pantai Sunur.
Copyrights © 2026