Pengelolaan limbah cair pascatambang merupakan tantangan penting dalam mendukung praktik pertambangan berkelanjutan, terutama di area bekas void yang memiliki kompleksitas geoteknik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode sliding pad dalam pengelolaan lumpur cair di bekas Void BBE Pit C2HU, Site Sambarata, Kalimantan Timur, melalui analisis kualitas air berupa pH dan total suspended solids (TSS), evaluasi stabilitas lereng, serta penilaian efisiensi operasional. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan analisis kualitas air pada enam titik pemantauan di WMP 45 ST dan WMP 02 BBE, sedangkan stabilitas lereng dievaluasi menggunakan nilai faktor keamanan (FK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sliding pad mampu mengurangi luas genangan lumpur sebesar 97,1%, dari sekitar 34.570 m² menjadi sekitar 1.000 m². Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan nilai FK sebesar 1,645, yang berada di atas batas minimum 1,3 sebagaimana ditetapkan dalam SNI 8460:2017. Selain itu, nilai pH dan TSS pada outlet kedua WMP telah memenuhi baku mutu berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Namun, nilai pH pada inlet WMP 02 BBE menunjukkan adanya potensi air asam tambang (AAT), sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, metode sliding pad menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mereduksi genangan lumpur dan menjaga stabilitas lereng, serta berpotensi menjadi alternatif pengelolaan lumpur cair yang aman pada area bekas void tambang batu bara. Hasil ini mendukung penerapan metode berbasis gravitasi sebagai pendekatan teknis yang selaras dengan regulasi lingkungan pertambangan Indonesia
Copyrights © 2026