Gangguan dapat terjadi di sepanjang aliran rantai pasok dan menurunkan kinerja rantai pasok. Gangguan yang terjadi berupa fluktuasi harga bahan baku, faktor alam seperti musim hujan, dan permintaan yang tidak pasti dari pasar dan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang terjadi pada rantai pasok kecap. House of Risk (HOR) digunakan untuk menentukan penyebab risiko prioritas dan DiagramĀ fishbone digunakan untuk menentukan penyebab risiko. Usulan perbaikan selanjutnya dirumuskan untuk prioritas risiko. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 42 kejadian risiko dan 29 penyebab risiko. Berdasarkan diagram fishbone, penyebab risiko pada manufaktur dipengaruhi oleh ketidaksesuaian kualitas bahan baku, nilai tukar rupiah melemah, produksi tidak tepat waktu, dan fluktuasi permintaan kecap. Sedangkan pada distributor dipengaruhi oleh kerusakan kecap akibat penyimpanan, keterlambatan pengangkutan kecap, terjadinya kecelakaan pada saat distribusi kecap ke pedagang, dan fluktuasi permintaan kecap dari pedagang. Strategi mitigasi usulan yang dapat dilakukan pada manufaktur yaitu penggunaan teknologi fermentasi untuk mendukung proses produksi dan pemasaran melalui media sosial dan pada distributor berupa peningkatan jumlah persediaan kecap, pemilihan alternatif lain dalam pengiriman kecap, perancangan SOP pengantaran kecap, dan peningkatan komunikasi yang kolaboratif.
Copyrights © 2023