PT. Boncafe Indonesia bergerak pada produksi dan distribusi kopi sangrai (roasted coffee) yang hingga kini masih mengandalkan pencatatan manual untuk aktivitas gudang dan produksi. Kondisi ini memunculkan sejumlah kendala: data persediaan yang tidak akurat, sulitnya menelusuri asal lot bahan baku pada setiap proses sangrai, dan minimnya keterbukaan informasi jadwal produksi bagi para pemangku kepentingan. Studi ini menyusun dan mengimplementasikan aplikasi Warehouse Management System (WMS) berbasis web yang menyatukan penerimaan bahan baku, penjadwalan serta pelaksanaan sangrai, verifikasi batch persediaan, pengeluaran barang, dan opname stok dalam satu platform terintegrasi. Pembangunan sistem mengacu pada kerangka kerja Rapid Application Development (RAD) melalui tiga fase: perencanaan kebutuhan, lokakarya perancangan, dan implementasi. Secara arsitektural, sistem dibangun dengan pola client-server memakai backend berbasis Go (Gin dan GORM), penyimpanan data MySQL, serta antarmuka Angular 18 berbasis signals. Kontribusi utama riset ini adalah algoritma penjatahan First-In-First-Out (FIFO) yang bekerja pada level lot bahan baku guna memastikan ketertelusuran asal bahan pada setiap batch sangrai, dilengkapi mekanisme state machine untuk entitas BPB, batch, dan stock batch yang seluruhnya dibungkus transaksi basis data atomik. Uji fungsional terhadap 38 skenario mencatat tingkat lolos 100% pada modul-modul inti, sedangkan uji non-fungsional memperlihatkan waktu tanggap API rata-rata di bawah 300 milidetik untuk transaksi utama. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan akurasi persediaan, mempercepat proses kerja gudang, serta membuka jejak audit yang dapat ditelusuri secara penuh.
Copyrights © 2026