Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat telah mengubah pola interaksi anak usia dini dan pra remaja dengan lingkungan sekitarnya, termasuk di lingkungan SDN Sidokerto 2. Gadget yang semula difungsikan sebagai alat komunikasi kini berubah menjadi sarana hiburan utama yang digunakan anak-anak tanpa pendampingan dan batasan waktu yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena penggunaan gadget yang berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan fisik anak. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses, respons, serta dampak kegiatan sosialisasi bahaya penggunaan gadget yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN Sidokerto 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran siswa dan sebagian orang tua terhadap risiko penggunaan gadget masih tergolong rendah, sementara sosialisasi yang dipadukan dengan media kolase terbukti mampu meningkatkan minat belajar dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. Guru merespons positif kegiatan ini karena dianggap membantu menanamkan kesadaran digital sejak dini, meskipun ditemukan sejumlah kendala teknis dan sosial dalam pelaksanaannya. Artikel ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lembaga pendidikan tinggi secara berkelanjutan agar edukasi literasi digital tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata
Copyrights © 2026