Fluktuasi harga saham yang ekstrem pada subsektor tobacco di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2025 menjadi tantangan nyata bagi investor dalam memprediksi nilai intrinsik perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh Earning per Share (EPS), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada subsektor tersebut, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh ukuran data amatan sebanyak 48 data laporan keuangan triwulanan dari tiga perusahaan rokok yang konsisten terdaftar di BEI. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel EPS, ROE, dan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan kemampuan prediktif model sebesar 90,2 persen. Secara parsial, EPS dan DER terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, ROE menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan yang menjadi anomali pada industri matang ini. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi profitabilitas dan kebijakan utang luar yang optimal bertindak sebagai sinyal pasar yang kredibel dalam meningkatkan nilai kapitalisasi pasar emiten rokok.
Copyrights © 2026