Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 3 No. 3 (2026): Available online

Mengenali Risiko Diabetes Melalui HbA1c dan Glukosa Puasa: Program Skrining dan Edukasi di Sekolah Mutiara Bangsa

Fenny Yunita (Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara)
Alexander Halim Santoso (Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar gula darah puasa dan HbA1c sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolik pada masyarakat dewasa produktif. Diabetes melitus dan pre-diabetes merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi metabolik serta kardiovaskular. Deteksi dini gangguan glikemik penting dilakukan karena kondisi pre-diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga banyak kasus tidak teridentifikasi sejak awal. Pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c digunakan sebagai metode skrining sederhana untuk menilai kontrol glikemik masyarakat. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori glikemik. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan gula darah puasa menunjukkan rerata sebesar 87,04 dengan standar deviasi 32,22 mg/dL dan median 80,00 mg/dL (59,00–236,00 mg/dL). Sementara itu, pemeriksaan HbA1c menunjukkan rerata sebesar 4,75 dengan standar deviasi 1,12% dan median 4,20% (4,00–9,20%). Sebagian besar peserta berada dalam kategori normal, namun masih ditemukan peserta dengan kondisi pre-diabetes dan diabetes. Analisis sebaran data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kadar gula darah seiring bertambahnya usia. Hasil kegiatan ini menunjukkan pentingnya skrining glukosa darah dan HbA1c secara berkala sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mencegah gangguan metabolik. Selain itu, edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kesehatan berkala perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko diabetes melitus pada masyarakat dewasa produktif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sjpm

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Health Professions Social Sciences Other

Description

Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan ...