Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 3 No. 3 (2026): Available online

Deteksi Dini Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa

Yulfitra Sony (Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara)
Alexander Halim Santoso (Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar asam urat sebagai upaya deteksi dini hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif. Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang semakin sering ditemukan dan berkaitan dengan peningkatan risiko artritis gout, hipertensi, penyakit ginjal kronik, serta penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga skrining kesehatan menjadi penting untuk mendeteksi peningkatan kadar asam urat secara dini. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode skrining sederhana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori kadar asam urat. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan rerata sebesar 7,16 dengan standar deviasi 1,88 mg/dL dan median 6,90 mg/dL (3,90–13,90 mg/dL). Sebagian besar peserta berada dalam kategori hiperurisemia sebanyak 27 orang (60,0%), sedangkan kategori normal ditemukan pada 18 orang (40,0%). Kadar asam urat laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan, meskipun hiperurisemia juga ditemukan pada perempuan. Tingginya proporsi hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif menunjukkan adanya risiko gangguan metabolik yang memerlukan perhatian sejak dini. Oleh karena itu, skrining kadar asam urat secara berkala penting dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan. Selain itu, edukasi mengenai pola makan rendah purin, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan hidrasi yang adekuat perlu terus ditingkatkan untuk mencegah komplikasi hiperurisemia dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sjpm

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Health Professions Social Sciences Other

Description

Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan ...