Latar Belakang: Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible, di mana hemodialisis (HD) menjadi terapi utama untuk membuang sisa metabolisme tubuh. Terapi HD dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) yang dipengaruhi oleh penggunaan heparin sebagai antikoagulan selama proses dialisis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada pasien GGK berdasarkan lama menjalani terapi HD (> 5 tahun dan ≤ 5 tahun) di RSUD Bangkinang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain retrospektif. Sampel penelitian melibatkan 30 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah trombosit pada kelompok pasien yang menjalani HD > 5 tahun adalah 197.866/mm³, sementara pada kelompok ≤ 5 tahun adalah 226.800/mm³. Berdasarkan uji statistik, didapatkan nilai p-value sebesar 0,349 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit pada kelompok pasien GGK yang menjalani terapi HD > 5 tahun dengan ≤ 5 tahun di RSUD Bangkinang. Kesimpulan: lama menjalani terapi hemodialisis tidak memberikan perbedaan nyata terhadap jumlah trombosit pasien, dengan rata-rata hasil pemeriksaan kedua kelompok masih berada dalam kategori normal
Copyrights © 2026