Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi berada pada fase emerging adulthood yang ditandai berbagai tantangan, seperti tuntutan akademik, penentuan karier, masalah finansial, dan hubungan sosial. Kondisi tersebut dapat memicu quarter life crisis berupa kecemasan, kebingungan arah hidup, dan ketidakpastian masa depan. Self compassion diyakini dapat membantu individu menghadapi kondisi tersebut melalui sikap memahami, menerima, dan tidak menghakimi diri sendiri saat mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self compassion dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional ini melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan Self Compassion Scale dan skala quarter life crisis. Analisis data dilakukan menggunakan uji correlation gamma. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan quarter life crisis (p = 0,001; r = -0,621). Semakin tinggi self compassion, semakin rendah tingkat quarter life crisis mahasiswa. Self compassion dapat menjadi strategi yang bermanfaat dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan emosional pada masa transisi menuju dewasa awal.Kata Kunci: Mahasiswa tingkat akhir, self compassion, quarter life crisis
Copyrights © 2026