Tingginya prevalensi masalah gizi pada lansia, yang berisiko mengarah pada malnutrisi atau obesitas, dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi lansia di Puskesmas Polowijen, Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionnaire/FFQ), aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/IPAQ), serta status gizi lansia (Mini Nutritional Assessment/MNA). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman’s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil didapatkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,482), serta antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,440). Simpulan temuan ini menekankan pentingnya peningkatan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik teratur bagi lansia untuk memperbaiki dan mempertahankan status gizi mereka. Program intervensi yang melibatkan kedua aspek ini perlu dikembangkan di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Pola makan, Aktivitas fisik, Status gizi, Lansia, Puskesmas Polowijen.
Copyrights © 2026