Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat pada populasi lanjut usia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular; data lokal mengenai hipertensi pada komunitas Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berasosiasi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik cross-sectional yang melibatkan 80 responden lansia terpilih secara purposive dari populasi lansia pada periode Januari–Juli 2025. Variabel yang diukur mencakup karakteristik demografis, riwayat keluarga hipertensi, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, konsumsi kopi, pola makan, dan aktivitas fisik; instrumen meliputi tensimeter, timbangan, serta kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data terdiri atas analisis univariat dan uji bivariat Kendall’s Tau-b dengan taraf signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden berusia 60–69 tahun; prevalensi hipertensi (≥ stage 1) tercatat tinggi, dengan 65,0% pada stage 1 dan 3,8% pada stage 2. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara kejadian hipertensi dan variabel jenis kelamin (p = 0,014), riwayat keluarga hipertensi (p = 0,002), kebiasaan merokok (p < 0,001), konsumsi kopi (p = 0,029), serta aktivitas fisik (p = 0,007), sedangkan usia, IMT, dan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian menegaskan kontribusi faktor genetik dan perilaku (merokok, konsumsi kafein, serta tingkat aktivitas fisik) terhadap kejadian hipertensi pada lansia; oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis komunitas yang terfokus pada skrining dini bagi individu dengan riwayat keluarga, program penghentian merokok, edukasi pengurangan konsumsi kafein, serta promosi aktivitas fisik yang adaptif bagi lansia.
Copyrights © 2026