Kepatuhan hand hygiene merupakan tindakan sederhana namun krusial dalam mencegah Healthcare-Associated Infections (HAIs), yang di Indonesia masih mencapai angka 9,1% dengan kepatuhan perawat rata-rata hanya 20–40%. Di RSUD I.A Moeis Samarinda, capaian kepatuhan hand hygiene tiga tahun terakhir belum menembus target Indikator Nasional Mutu (85%), sementara budaya keselamatan pasien dan dukungan kepemimpinan diduga menjadi faktor organisasi yang berperan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya keselamatan pasien dan dukungan kepemimpinan dengan kepatuhan hand hygiene pada kejadian HAIs di UGD RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan total sampling terhadap 30 perawat, menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan budaya keselamatan pasien (mean 32,33) dan dukungan kepemimpinan (mean 31,53) berkategori baik, namun kepatuhan hand hygiene masih rendah (mean 0,47). Uji Spearman Rank menunjukkan kedua variabel tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan hand hygiene (p = 0,348 dan p = 0,187). Kejadian HAIs berupa Plebitis dan VAP masih ditemukan. Diperlukan pendekatan lebih komprehensif untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene di luar kedua faktor tersebut.
Copyrights © 2026