Jurnal Ners
Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026

Hubungan Komponen Prototype Willingness Model Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pra Nikah Pada Mahasiswa Kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang

Nata Prasetya Putra (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang)
Wira Daramatasia (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang)
Abdul Qodir (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2026

Abstract

ABSTRAK Putra, Nata Prasetya. 2026. Hubungan Komponen Prototype Willingness Model dengan Perilaku Seksual Berisiko Pra Nikah pada Mahasiswa Kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang . Skripsi. Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Pembimbing: (1) dr. Wira Daramatasia, M.Biomed. (2) Abdul Qodir, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Perilaku berisiko pranikah pada pelajar seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Sekitar 20–30% remaja usia 15–24 tahun terlibat dalam aktivitas seksual pranikah. Mahasiswa kesehatan, meskipun memiliki akses lebih baik terhadap informasi kesehatan reproduksi, tidak selalu mampu menerapkan pengetahuannya dalam perilaku nyata. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Prototype Willingness Model (PWM), yang menyatakan bahwa perilaku risiko tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh kecenderungan reaktif-sosial ( jalur reaksi sosial ). Tujuan: Menganalisis hubungan komponen PWM meliputi sikap , norma subjektif , prototipe , niat , dan kemauan berperilaku dengan perilaku seksual berisiko pranikah pada mahasiswa kesehatan STIKES Widyagama Husada Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel berjumlah 94 siswa yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling . Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PWM yang diadaptasi dari Myklestad & Rise (2007) serta kuesioner perilaku seksual berisiko yang diadaptasi dari Muflih & Syafitri (2018). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman . Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (74,5%), berusia 20 tahun (35,1%), berasal dari Program Studi Keperawatan (40,4%), dan berlatar belakang SMA (57,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara PWM dengan perilaku berisiko seksual pranikah ( p = 0,012; ρ = 0,258), dengan arah hubungan positif berkekuatan lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komponen Prototype Willingness Model dengan perilaku seksual risiko pranikah pada mahasiswa kesehatan STIKES Widyagama Husada Malang. Semakin tinggi skor PWM, semakin tinggi kecenderungan perilaku seksual berisiko pranikah. Diperlukan program promosi kesehatan reproduksi berbasis pendekatan psikososial yang membentuk ulang prototipe sosial positif dan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan siswa. Kepustakaan : 62 Kepustakaan (1999-2025) Kata Kunci : Prototype Willingness Model , mahasiswa kesehatan, perilaku seksual berisiko, pranikah, kesehatan reproduksi ABSTRAK Putra, Nata Prasetya. 2026. Hubungan Antara Komponen Model Prototype Willingness Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pranikah Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang . Tesis. Program Studi Pendidikan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Pembimbing : (1) dr. Wira Daramatasia, M.Biomed. (2) Abdul Qodir, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Perilaku berisiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa telah muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, di mana sekitar 20–30% anak muda berusia 15–24 tahun terlibat dalam aktivitas seksual pranikah. Menariknya, mahasiswa ilmu kesehatan, meskipun memiliki akses yang lebih besar terhadap informasi kesehatan reproduksi, tidak selalu menerjemahkan pengetahuan ini ke dalam praktik yang aman. Perbedaan ini dapat dijelaskan melalui Model Kemauan Prototipe (PWM), yang menyatakan bahwa perilaku berisiko didorong tidak hanya oleh pertimbangan rasional tetapi juga oleh jalur reaksi sosial. Tujuan: Menganalisis korelasi antara komponen-komponen PWM yang terdiri dari sikap, norma subjektif, prototipe, niat, dan kemauan perilaku dengan perilaku risiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 94 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bert stratified yang tidak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PWM yang diadaptasi dari Myklestad & Rise (2007) dan kuesioner perilaku risiko seksual yang diadaptasi dari Muflih & Syafitri (2018). Data dianalisis menggunakan korelasi peringkat Spearman. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (74,5%), berusia 20 tahun (35,1%), terdaftar dalam program Keperawatan (40,4%), dan memiliki latar belakang pendidikan SMA (57,4%). Terdapat korelasi signifikan antara PWM dan perilaku risiko seksual pranikah ( p = 0,012; ρ = 0,258), yang menunjukkan asosiasi positif yang lemah. Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara komponen Model Kesiapan Prototipe dan perilaku risiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Skor PWM yang lebih tinggi dikaitkan dengan kecenderungan yang lebih besar terhadap perilaku risiko seksual pranikah. Program promosi kesehatan reproduksi yang berlandaskan pendekatan psikososial diperlukan untuk membentuk kembali prototipe sosial yang positif dan memperkuat kapasitas pengambilan keputusan mahasiswa. Referensi: 62 Referensi (1999-2025) Kata kunci: mahasiswa ilmu kesehatan, pranikah, Prototipe Kesiapan Model, kesehatan reproduksi, perilaku risiko seksual

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...