Stroke merupakan kegawatdaruratan neurologis yang membutuhkan pengenalan gejala dan aktivasi layanan darurat secepat mungkin. Anak usia sekolah dapat berperan sebagai agen literasi kesehatan di keluarga karena mampu mempelajari pesan sederhana dan menyampaikannya kepada orang tua maupun kakek-nenek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mengenali tanda awal stroke menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time). Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi satu kelompok pre-test dan post-test melalui ceramah interaktif, video animasi, demonstrasi FAST, permainan peran, dan evaluasi keterampilan. Peserta adalah 23 siswa kelas IV di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Kartika Medan pada tanggal 22 Mei 2026. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi demonstrasi FAST. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan kurang, yaitu 12 siswa (52,17%), cukup 8 siswa (34,78%), dan baik 3 siswa (13,04%). Setelah edukasi, pengetahuan meningkat dengan kategori baik sebanyak 18 siswa (78,26%), cukup 5 siswa (21,74%), dan tidak terdapat siswa pada kategori kurang. Pada evaluasi keterampilan, 21 siswa (91,30%) mampu mengenali wajah tidak simetris, 20 siswa (86,96%) mengenali kelemahan lengan, 19 siswa (82,61%) mengenali gangguan bicara, dan 18 siswa (78,26%) mampu menyebutkan tindakan segera meminta bantuan. Edukasi FAST berbasis sekolah berpotensi menjadi strategi sederhana untuk meningkatkan literasi stroke siswa dan memperluas pesan kesehatan kepada keluarga. Program ini perlu dilanjutkan melalui penguatan materi visual, simulasi berkala, pelibatan guru dan orang tua.
Copyrights © 2026