Globalisasi digital mengubah pola konsumsi masyarakat perdesaan di Desa Cen Lecen, ditandai dengan migrasi belanja pakaian dari pasar tradisional ke e-commerce. Menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa faktor psikologis FOMO (Fear of Missing Out), kemudahan teknologi, dan efisiensi harga menjadi pendorong utama pergeseran tersebut. Fenomena unik menunjukkan masyarakat menggunakan pasar tradisional hanya sebagai tempat uji coba kualitas dan ukuran barang, sementara transaksi final dilakukan secara digital. Akibatnya, jumlah pembeli di pasar lokal merosot drastis. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan strategi adaptasi bagi pedagang lokal melalui transformasi digital, optimalisasi media sosial, serta penguatan etika bisnis dan layanan pelanggan demi menjaga daya saing ekonomi perdesaan.
Copyrights © 2026