Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan piutang tak tertagih pada unit simpan pinjam Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di salah satu kecamatan di Purwakarta. Piutang tak tertagih menjadi masalah utama yang berdampak langsung pada likuiditas dan keberlangsungan operasional lembaga keuangan mikro di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan piutang masih lemah, terutama dalam pencatatan, prosedur penagihan, serta evaluasi kelayakan peminjam. Tidak adanya sistem pengawasan yang efektif, serta minimnya edukasi keuangan kepada peminjam turut memperparah kondisi piutang tak tertagih. Dampaknya, BUMDesma kesulitan dalam menyalurkan pinjaman kembali dan mengalami penurunan modal kerja. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem administrasi, peningkatan kompetensi pengelola, serta penerapan mekanisme penilaian kredit dan penagihan yang lebih ketat guna menekan risiko gagal bayar dan menjaga keberlanjutan usaha simpan pinjam di desa.
Copyrights © 2026