Pengetahuan merupakan aset krusial bagi instansi pelayanan publik seperti Badan Pusat Statistik dalam menghasilkan data statistik yang valid dan berkualitas. Namun, tingginya rotasi pegawai serta minimnya transfer pengetahuan yang terstruktur berpotensi menyebabkan hilangnya tacit knowledge dari pegawai operasional yang berpengalaman. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan pengetahuan yang efektif untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Knowledge Management di BPS Kabupaten Ogan Ilir dengan menggunakan kerangka SECI Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi SECI telah berjalan di dalam organisasi. Dimensi Socialization dan Internalization berlangsung efektif melalui interaksi langsung dan praktik lapangan, sedangkan dimensi Combination didukung oleh penggunaan media penyimpanan digital. Namun demikian, kelemahan utama ditemukan pada dimensi Externalization, di mana pengetahuan kontekstual di lapangan belum sepenuhnya terdokumentasi secara formal
Copyrights © 2026