Belakangan ini semakin banyak masyarakat membawa hewan peliharaan ke ruang publik seperti mall. Hal ini mendorong kebutuhan adaptasi fasilitas ruang agar lebih inklusif. Living World Alam Sutera menjadi salah satu mall yang memperbolehkan pengunjung membawa hewan, namun fasilitas pendukungnya masih terbatas dan bersifat reaktif. Walupun mall ini dipromosikan sebagai pet-friendly melalui portal digital, pada penerapannya belum sesuai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ekspektasi pengguna terhadap fasilitas Living World dan menemukan bentuk adaptasi yang diperlukan dari fasilitas ruang dan kebijakan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan, analisis dokumen digital dan wawancara mendalam kepada delapan orang informan yang terbagi dalam empat kelompok yaitu: pengunjung pemilik dan non-pemilik hewan, karyawan tenant, serta staf information center sebagai pihak mall. Temuan menunjukkan perlunya pembagian zona antara area pet dan non-pet, penyediaan fasilitas khusus seperti pet playpark dan pet daycare, serta kebijakan dan sosialisasi aturan yang lebih konsisten di seluruh area mall. Penelitian ini memberikan kontribusi jangka panjang dengan memberi arahan agar ruang publik komersial bisa beradaptasi dan lebih inklusif terhadap perubahan perilaku masyarakat urban.
Copyrights © 2025