Penelitian ini mengkaji bagaimana desain Jinx dan Vi dalam Arcane membentuk identitas karakter, tegangan emosional, dan kontras naratif. Sebagian besar studi tentang Arcane membahas pembangunan dunia cerita (worldbuilding), ekspansi transmedia, konflik sosial, atau perkembangan tragis Jinx. Namun, penelitian yang secara khusus menelaah pengorganisasian bentuk visual pada tataran desain karakter masih relatif terbatas. Untuk menjawab celah tersebut, artikel ini menggunakan directed qualitative content analysis dan membaca bingkai adegan terpilih melalui Manga Matrix, yang membagi konstruksi karakter ke dalam bentuk (form), kostum (costume), dan kepribadian (personality). Temuan menunjukkan bahwa Jinx dibangun melalui bentuk tajam, postur tidak stabil, dan logika kostum yang improvisasional, sedangkan Vi dirancang melalui kepadatan bentuk, kostum utilitarian, dan kekuatan fisik yang langsung. Kontras antara kedua saudari ini merupakan mekanisme naratif yang bekerja sebagai wacana visual.
Copyrights © 2026