Penelitian ini fokus pada perancangan mainan edukatif yang bertujuan untuk membantu menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 3–6 tahun. Masa usia dini adalah tahap awal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak karena pada periode ini kemampuan motorik, kognitif, dan sensorik berkembang dengan cepat. Namun, masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi melalui media bermain yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, dan prototype. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi produk eksisting, dan in depth interview dengan pelaku industri mainan edukatif dan ahli psikologi perkembangan anak. Hasil dari tahapan perancangan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kriteria desain mainan yang aman, ergonomis, dan sesuai dengan kebutuhan stimulasi motorik halus anak. Perancangan mainan edukatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif media bermain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses perkembangan motorik halus anak usia dini secara efektif.
Copyrights © 2026