Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial—yang dioperasionalkan melalui performa (Engagement Rate) Instagram, YouTube, dan TikTok—terhadap pertambahan jumlah kehadiran jemaat di Gereja GSJA CWS Gatot Subroto Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa analitik resmi ketiga platform dan catatan kehadiran ibadah selama enam bulan (Oktober 2025–Maret 2026), sehingga diperoleh enam unit observasi bulanan (n = 6). Data dianalisis dengan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linier berganda, disertai uji t dan uji F pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial performa Instagram berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kehadiran jemaat (t = -7,852; p = 0,016), sedangkan YouTube (p = 0,081) dan TikTok (p = 0,342) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan ketiga platform berpengaruh signifikan (F = 31,67; Sig. = 0,031; R² = 0,979), namun lemah secara praktis karena jumlah observasi kecil dan indikasi multikolinearitas. Selama periode penelitian kehadiran jemaat relatif stagnan pada kisaran 315 jiwa dengan penambahan hanya tujuh jiwa. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial belum efektif mendorong kehadiran jemaat secara fisik dan menuntut integrasi strategi digital dengan tindak lanjut pastoral serta pemuridan.
Copyrights © 2026