Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan Kristiani sebagai teladan dalam membentuk karakter, iman, dan motivasi pelayanan generasi muda di Gereja Kristus Apostolik Jemaat Kasih Anugerah Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis identitas, menurunnya komitmen pelayanan, serta rendahnya keterlibatan generasi muda akibat arus globalisasi dan minimnya pembinaan rohani yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner esai daring kepada 25 responden berusia 15–30 tahun, didukung observasi partisipatif dan wawancara semi terstruktur, lalu dianalisis secara tematik serta divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, dan teori, ditambah member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan pemimpin gereja berpengaruh terhadap motivasi pelayanan dan pertumbuhan iman generasi muda: separuh hingga lebih dari separuh responden menilai pemimpin konsisten, melayani dengan rendah hati, dan memberi pengaruh positif, meskipun sekitar satu dari lima responden masih merasakan ketidakkonsistenan dan gaya kepemimpinan yang dominan. Relasi yang hangat antara pemimpin dan generasi muda mendorong partisipasi aktif, sedangkan pendekatan yang kaku dan otoriter cenderung menghambat keterlibatan. Program pembinaan gereja dinilai bermanfaat, namun konsistensi pelaksanaan dan fleksibilitas metode masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristiani yang berlandaskan keteladanan hidup, kedekatan relasional, dan pendekatan kontekstual menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter rohani serta meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pelayanan gereja.
Copyrights © 2026