Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan psikomotor siswa pada materi lompat jangkit dalam pembelajaran PJOK di SMA N 6 Semarang, khususnya pada teknik pendaratan dan ritme langkah. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji pengaruh penerapan permainan tradisional engklek dan rangku alu kepada peningkatan hasil belajar psikomotor lompat jangkit siswa serta mengetahui permainan yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen two-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 68 siswa kelas XII yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 kelompok engklek dan 34 kelompok rangku alu. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen tes keterampilan psikomotor. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, Levene’s, paired sample t-test, independent sample t-test, dan regresi linear dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai pre-test kelompok engklek sebesar 53,17 dan kelompok rangku alu sebesar 53,67. Setelah perlakuan, kedua kelompok mengalami peningkatan signifikan (p < 0,05), namun kelompok rangku alu memperoleh hasil lebih tinggi dengan nilai R2 = 0,781 dibandingkan kelompok engklek (R2 = 0,696). Kesimpulan menunjukkan bahwa rangku alu lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar psikomotor lompat jangkit. Penelitian di masa mendatang di harapkan menggunakan cakupan sampel yang lebih luas, mengkaji aspek pembelajaran lainnya seperti motivasi belajar dan kebugaran fisik, serta mengembangkan penerapan permainan tradisional pada materi PJOK yang berbeda untuk memperkuat temuan penelitian.
Copyrights © 2026