Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020

Perbaikan Kinerja Freght Forwarder Dalam Proses Penanganan Import Pada PT. BASF INDONESIA

R. Totok Heru Parnanto (Politeknik APP Jakarta)
Arief Budi Ibrahim (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2021

Abstract

AbstrakMenentukan dan memilih jasa forwarder yang baik dan berkualitas adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap mudah. Kesalahan dalam menentukan dan memilih jasa forwarder tentu akan bisa menghambat proses operasional dalam penanganan impor perusahaan, terlebih jika perusahaan tersebut berskala Internasional seperti PT. BAFS Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat  jasa forwarder yang mempunyai kinerja baik bagi perusahaan dalam rangka penanganan impor, sehingga jika terdapat kekurangan perlu mengalami perbaikan-perbaikan dalam kinerjanya. Pada penelitian ini forwarder yang melaksanakan kegiatan dalam peanangan impor yang bekerja sama dengan PT. BAFS Indonesia, yaitu antara lain forwarder A, forwarder B, forwarder C, dan forwarder C Air serta forwader A Air. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode DMAIC untuk menentukan forwarder mana yang memiliki kinerja yang baik bagi perusahaan dalam penanganan impor, sehingga tidak perlu melakukan perbaikan dalam kinerjanya. Dari hasil  yang didapat  PT.BASF Indonesia adalah untuk ketepatan waktu LSP membuat Draft PIB setelah dokumen diterima mendapatkan t uji sebesar 0000 dengan sig sebesar 1,000. Ini berarti secara umunya keseluruhan LSP dianggap sudah cukup kinerjanya dalam proses pembuatan Draf PIB. Dengan demikian masih dirasa perlu perbaikan dari masing-masing LSP terhadap proses pengurusan draf PIB dalam penanganan impor. Sehingga perlu perbaikan dalam hal pemeriksaan dokumen dan fisik barangnya. Sedangkan Dalam pengurusan PIB, Dilihat dari Tanggal kapal bersandar (ATA Vessel) atau Kelengkapan Dokumen (Complete Doc Received) dihasilkan sebesar t = - 1,256 dengan sig sebesar 0,256. Ini berarti secara umunya keseluruhan LSP masih dirasa kurang kinerjanya. Sehingga masih dirasa perlu perbaikan dari masing-masing LSP terhadap proses penanganan impor. Dalam hal ketepatan waktu shipment mendapat respon SPPB (kolom SPPB Date)  setelah kapal bersandar (kolom ATA Vessel), dihasilkan sebesar t = - 1,256 dengan sig sebesar 0,256. Ini berarti secara umunya keseluruhan LSP masih dirasa kurang kinerjanya. Sehingga masih dirasa perlu perbaikan dari masing-masing LSP terhadap proses penanganan impor. Dimana dampak dari itu dikenakan denda atau sanksi administrasi, ada pula yang menyebabkan diterbitkannya nota pembetulan dalam bentuk Penetapan Bea dan Cukai, serta dilakukan penelitian ulang dan audit kepabeanan dalam penanganan impornya. Kata Kunci : Forwading, DMAIC, PIB

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

SNMIP

Publisher

Subject

Description

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian ...