ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah belum banyaknya sepeda motor yang dipasarkan di Indonesia dilengkapi dengan teknologi Anti-Lock Braking System (ABS) sedangkan teknologi ini dipercaya dapat meningkatkan keselamatan penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan secara teoretis metode yang sesuai untuk menduga penerimaan penggunaan teknologi Anti-Lock Braking System, sehingga nantinya metode ini akan digunakan untuk melakukan pengukuran senyatanya. Metode penelitian yang dilakukan adalah membandingkan berbagai model yang sering digunakan dalam penerimaan suatu teknologi untuk kemudian ditentukan suatu model yang akan digunakan dalam pengukuran senyatanya. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa model Unified of Technology Acceptance and Use of Technology model kedua (UTAUT 2) lebih sesuai digunakan karena memiliki lebih banyak faktor yang dapat digunakan sebagai pengukur penerimaan pengguna sepeda motor terhadap teknologi Anti-Lock Braking System. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan UTAUT 2 dapat digunakan sebagai model untuk mengukur penerimaan pengguna sepeda motor terhadap Anti-Lock Braking System. Kata kunci: Keselamatan Jalan, Anti-Lock Braking System, Sepeda Motor, Penerimaan
Copyrights © 2021