Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202

ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT SERTIFIKASI LEGALITAS KAYU BAGI INDUSTRI FURNITUR KAYU

Siti Nurkomariyah (Politeknik APP Jakarta)
Dodik Ridho Nurrochmat (Politeknik APP Jakarta)
Muhammad Firdaus (Politeknik APP Jakarta)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2023

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan manfaat sertifikasi legalitas kayu pada industri furnitur kayu. Pengambilan data primer melalui teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Pemilihan responden dengan cara cluster sampling berdasarkan skala usaha: kecil, menengah dan besar.  Sumber data sekunder diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, artikel ilmiah dan referensi lainnya yang relevan. Identifikasi biaya meliputi biaya langsung dan tidak langsung. Manfaat sertifikasi juga diklasifikasikan menjadi manfaat langsung dan tidak langsung. Kami membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh industri setelah memiliki sertifikat legalitas kayu (B/C ratio). Industri skala besar mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada industri skala kecil dan menengah. Kebijakan ini belum memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada produsen furnitur kayu. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengevaluasi implementasi kebijakan ini di setiap rantai pasok industri kehutanan serta dan meningkatkan proses pendampingan dan pemberian fasilitas pembiayaan kepada industri skala kecil dan menengah. Kata Kunci: furniture kayu, sertifikasi legalitas kayu, B/C ratio, v-legal  ABSTRACT  This study analyzes the costs and benefits of timber legality certification in the wooden furniture industry. Primary data collects through interview techniques and questionnaires. We select the respondents using the cluster sampling method based on the small, medium, and extensive business scales. Secondary data sources were obtained from the Ministry of Environment and Forestry, Ministry of Trade, Ministry of Industry, Indonesian Bank, scientific articles, and other relevant references. Cost identification includes direct and indirect costs. The benefits of certification are also classified into direct and indirect benefits. We compare the costs incurred with the benefits obtained by the industry after obtaining a timber legality certificate (B/C ratio). Large-scale industries get more incredible benefits than small and medium-scale. This policy still needs to provide social and economic benefits to wood furniture producers. Therefore, the government needs to evaluate the implementation of this policy in every forestry industry supply chain and improve the process of mentoring and providing financing facilities to small and medium-scale industries. Keyword: wooden furniture, timber legality certification, B/C ratio, v-legal

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

SNMIP

Publisher

Subject

Description

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian ...