ABSTRAK Peningkatan pertumbuhan sektor industri elektronika di Indonesia tidak terlepas dari peran industri elektronika yang berproduksi di dalam negeri sendiri. Salah satu Industri Elektronika belokasi di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur adalah PT. Panasonic Electronics Indonesia yang bergerak dibidang industri perakitan alat elektronik yang merek tersebut sudah dikenal oleh dunia. PT. Panasonic Electronic Indonesia di dalam pengembangan unit usaha perlu dilakukan peningkatan pemasaran yaitu salah satunya dengan memproduksi produk untuk dijual ke negara lain dengan ekspor. Oleh sebab itu, PT. Panasonic Electronic Indonesia memerlukan pengukuran kinerja rantai pasok agar diketahui bagian-bagian dari kegiatan rantai pasok yang memiliki nilai kinerja yang rendah sehingga dapat dilakukan analisis perbaikannya. Pengukuran kinerja rantai pasok dalam penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan penentuan nilai bobot tiap metrik kinerja rantai pasok menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari pengukuran kinerja rantai pasok pada PT. Panasonic Elektronik Indonesia khususnya pada produk audio ekspor adalah 84,19 termasuk dalam kriteria sedang. Atribut rantai pasok yang memiliki nilai kinerja kurang maksimal adalah responsivitas, adaptabilitas, dan manajemen aset. PT. Panasonic Elektronik Indonesia harus melakukan perbaikan pada sektor penjualan, sektor pengolahan, dan siklus keuangan perusahaan.
Copyrights © 2022