Pola hidup konsumtif menjadi salah satu problem kehidupan dewasa ini. Pola hidup konsumtif berdampak pada terguncangnya ketahanan ekonomi, baik individu dan komunal dan merupakan indikator kurang sehatnya mental. frugal living, yang merupakan pola hidup hemat dan bijaksana dalam melakukan konsumsi muncul sebagai paradigma baru untuk merespons perilaku konsumtif. Di sisi yang lain, Al-Qur’an sebagai kitab pedoman hidup juga memiliki nilai-nilai ajaran tentang bagaimana dalam berkonsumsi, terutama dengan konsep keseimbangan, tidak pelit dan juga tidak boros. Studi ini bertujuan menganalisis integrasi konsep frugal living dengan nilai-nilai ajaran al-Qur’an sebagai alternatif solusi dalam membangun pola hidup qawwam, tidak kikir dan tidak boros. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan tematik (mawḍū‘ī) terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang relevan, seperti QS. al-Isrā’ (17): 27, QS. dan QS. al-A‘rāf (7): 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frugal living memiliki hubungan kuat dengan prinsip al-Qur’an tentang al-iqtishād (kesederhanaan), al-infaq al-mu‘tadil (pengeluaran moderat), dan larangan isrāf (berlebih-lebihan). Integrasi ini tidak hanya mampu meminimalisir perilaku konsumtif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2025