Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen batin (spiritual coping) dan ekosistem lingkungan pasar secara aktif membentuk resiliensi etis pedagang Muslim modern dalam mempertahankan prinsip-prinsip syariah di tengah dinamika pasar kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan pedagang di sekitar kawasan perguruan tinggi di Bandung yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Temuan penelitian mengungkap adanya strategi adaptif spesifik berupa praktik resistensi harga sebagai wujud nilai ihsan dan sistem shifting (bergantian jaga) untuk menjaga konsistensi ibadah. Pedagang menginternalisasi prinsip tauhid dan muraqabah sebagai kontrol internal dalam menjaga kejujuran. Selain itu, manajemen spiritual mandiri seperti zikir dan doa berfungsi sebagai instrumen pelindung (shielding instrument) dalam menghadapi tekanan ekonomi, sementara sikap tawakal memungkinkan adaptasi terhadap digitalisasi transaksi. Hasil penelitian memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dan pengelola pasar untuk membangun ekosistem ekonomi yang mendukung keseimbangan antara pencapaian materi dan konsistensi religiusitas.
Copyrights © 2026