Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling cepat berkembang di dunia dan memiliki peran penting dalam perekonomian global. Di Indonesia, sektor pariwisata juga menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait tingkat kinerja Objek Wisata Kayu Putih dengan berlandaskan pada pendekatan Balanced Scorecard dan Triple Bottom Line. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis terkait inisiatif strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan Objek Wisata Kayu Putih. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data yang akurat, perlu dilakukan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan memiliki empat tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dengan pendekatan Balanced Scorecard batas area kinerja Objek Wisata Kayu Putih Bayan berada pada skor 0, dapat disimpulkan bahwa kinerja Objek Wisata Kayu Putih Bayan secara keseluruhan dinilai “Cukup”. Sedangkan, berdasarkan pendekatan Triple Bottom Line pengelolaan Objek Wisata Kayu Putih Bayan telah mengimplementasikan konsep Triple Bottom Line (TBL) secara nyata meskipun belum dalam kerangka yang sepenuhnya formal dan terstruktur. Adapun inisiatif strategi untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan Objek Wisata Kayu Putih Bayan diantaranya: perluasan sumber pendapatan, sistem informasi berbasis QR Code, meningkatkan promosi wisata melalui media sosial, menjalin kerja sama dengan media, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan resmi, meningkatkan fasilitas fisik dan mengadakan event budaya tahunan. Kata kunci: Balanced Scorecard, Triple Bottom Line, Kinerja
Copyrights © 2025