Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi kinerja belanja daerah serta ketidakseimbangan struktur belanja antara belanja operasional dan belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Buleleng selama periode 2020–2024. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan untuk mengevaluasi kinerja belanja daerah secara komprehensif agar penggunaan anggaran dapat lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja belanja daerah melalui rasio pertumbuhan, rasio keserasian, dan rasio efisiensi belanja Kabupaten Buleleng tahun 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan laporan realisasi anggaran. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan rasio pertumbuhan belanja, rasio keserasian belanja, dan rasio efisiensi belanja untuk menggambarkan perkembangan dan kinerja belanja daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan belanja daerah mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat setelah penurunan signifikan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Struktur belanja daerah didominasi oleh belanja operasional dengan proporsi yang jauh lebih besar dibandingkan belanja modal, sehingga menunjukkan ketidakseimbangan alokasi anggaran. Rasio efisiensi belanja secara umum berada pada kategori cukup efisien, namun pada tahun tertentu menunjukkan nilai yang melebihi 100%, yang mengindikasikan perlunya pengendalian realisasi anggaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kinerja belanja daerah Kabupaten Buleleng selama periode 2020–2024 relatif membaik, namun struktur belanja belum seimbang dan pengelolaan anggaran masih perlu ditingkatkan agar belanja daerah lebih efisien dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026