Pendahuluan: Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan salah satu gangguan dalam tahap perkembangan anak yang dapat berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial di masa depan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan deteksi keterlambatan bicara pada balita usia 1–3 tahun di TPA Al-Amiin Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–3 tahun di TPA Al-Amiin Kota Kediri dengan jumlah 31 orang, seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berusia 22–35 tahun (83,6%), berpendidikan tamat SMP (45,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,3%), dan mayoritas anak berusia 2 tahun (44,3%) dengan jenis kelamin laki-laki (54,1%). Pengetahuan ibu mengenai deteksi keterlambatan bicara sebagian besar dalam kategori cukup (45,9%) dan mayoritas balita terdeteksi memiliki perkembangan bicara yang baik (65,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan deteksi keterlambatan bicara (p-value = 0,010 α = 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan ibu berperan penting dalam deteksi keterlambatan bicara pada balita usia 1–3 tahun.
Copyrights © 2026