Penelitian ini menganalisis hubungan antara suku bunga kredit dan suku bunga deposito terhadap inflasi di Indonesia selama periode 2004–2024 dalam kerangka transmisi kebijakan moneter melalui sektor perbankan. Penelitian menggunakan data runtut waktu tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Analisis empiris dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) sebagai spesifikasi awal. Hasil estimasi menunjukkan bahwa suku bunga kredit memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik dengan inflasi, sedangkan suku bunga deposito tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini ditafsirkan secara hati-hati. Hubungan positif suku bunga kredit terhadap inflasi lebih mungkin mencerminkan respons perbankan terhadap peningkatan tekanan inflasi dan risiko makroekonomi, termasuk penyesuaian pricing of risk dan margin kredit, dibandingkan berfungsi sebagai instrumen yang secara langsung menekan inflasi. Tidak signifikannya suku bunga deposito mengindikasikan keterbatasan efektivitas saluran tabungan dalam memengaruhi permintaan agregat pada struktur keuangan Indonesia. Penelitian ini juga mencatat keterbatasan metodologis, terutama ukuran sampel tahunan yang relatif kecil serta potensi isu stasionaritas dan endogenitas, sehingga hasil dipandang sebagai bukti empiris awal. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya penguatan kondisi sektor perbankan, peningkatan likuiditas pasar antarbank, serta koordinasi kebijakan moneter dan kebijakan sisi penawaran untuk memperkuat efektivitas pengendalian inflasi di Indonesia.
Copyrights © 2026