Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jumlah uang beredar (JUB) dan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di Indonesia selama pandemi COVID-19 tahun 2020–2021. Pandemi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian nasional sehingga kebijakan moneter Bank Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data sekunder time series diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, serta dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah uang beredar berkorelasi dengan penurunan laju pertumbuhan ekonomi, menandakan kebijakan moneter ekspansif belum efektif mendorong pertumbuhan secara langsung. Sebaliknya, perlambatan pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan likuiditas sebagai upaya stabilisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pada masa krisis, kebijakan moneter lebih berfungsi sebagai alat stabilisasi daripada pendorong pertumbuhan ekonomi.
Copyrights © 2026