Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar merupakan indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan Jumlah Uang Beredar (JUB) terhadap Nilai Tukar di Indonesia selama periode 2004–2024. Landasan teori mencakup pendekatan ekonomi makro klasik dan Keynesian, serta teori kuantitas uang yang menekankan peran inflasi dan likuiditas terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Metode penelitian menggunakan regresi linier berganda (OLS) dengan data runtun waktu tahunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa LPE memiliki pengaruh negatif terhadap nilai tukar, namun tidak signifikan secara statistik, sedangkan JUB berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan ekspansi likuiditas dapat menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar. Secara simultan, LPE dan JUB berpengaruh signifikan terhadap pergerakan nilai tukar, meskipun model hanya menjelaskan 40,10% variasi nilai tukar. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian moneter yang prudent serta perlunya reformasi struktural untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi Bank Indonesia dalam mengelola jumlah uang beredar dan bagi pemerintah dalam memperkuat fundamental ekonomi agar pertumbuhan lebih inklusif dan tahan terhadap guncangan eksternal.
Copyrights © 2026