Ketimpangan performa penjualan antarwilayah umumnya dianalisis melalui agregasi tahunan yang berpotensi menyembunyikan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan mengusulkan model segmentasi performa penjualan sepatu berbasis spatio-temporal menggunakan algoritma K-Means dengan unit analisis State × Quarter. Dataset diperoleh dari platform Kaggle (Adidas US Sales Dataset) periode 2020-2021 dan diagregasi dari 400 transaksi menjadi 181 observasi menggunakan variabel total sales, units sold, operating profit, dan operating margin. Metode meliputi preprocessing menggunakan IQR dan winsorizing, normalisasi Min-Max, serta clustering K-Means. Evaluasi dilakukan menggunakan Silhouette Score, Davies-Bouldin Index (DBI), Calinski-Harabasz Index (CHI), dan uji stabilitas Adjusted Rand Index (ARI) sebagai metode validasi tambahan untuk mengukur konsistensi hasil clustering. Hasil menunjukkan tiga cluster dengan distribusi 55,8% (rendah), 32,0% (menengah), dan 12,2% (tinggi). Nilai Silhouette Score sebesar 0,4263 menunjukkan pemisahan cluster moderat, sedangkan ARI sebesar 1,000 menunjukkan stabilitas sangat tinggi. Analisis spasio-temporal menunjukkan 52% state mengalami perubahan cluster antarkuartal. Temuan ini menunjukkan adanya dinamika performa wilayah yang tidak terdeteksi dalam agregasi tahunan. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah penerapan segmentasi spatio-temporal berbasis K-Means dengan evaluasi kualitas dan stabilitas cluster untuk mengidentifikasi dinamika performa distribusi wilayah secara lebih akurat.
Copyrights © 2026