Pemerataan distribusi guru ASN menjadi isu penting dalam penyediaan layanan pendidikan yang berkeadilan, terutama di Kabupaten Nabire yang memiliki karakteristik wilayah yang beragam, termasuk perkotaan, pesisir, dan wilayah dengan aksesibilitas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi guru ASN Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP pada satuan pendidikan di Kabupaten Nabire menggunakan pendekatan data mining. Data penelitian berupa data sekunder dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire tahun 2025 yang mencakup 256 satuan pendidikan dengan total 2.147 guru ASN, terdiri atas 364 guru OAP (16,95%) dan 1.783 guru non-OAP (83,05%). Data ditransformasikan menjadi data agregat per satuan pendidikan melalui seleksi atribut, pembersihan data, penanganan nilai kosong, penghapusan duplikasi, agregasi, dan normalisasi. K-Means digunakan untuk mengelompokkan satuan pendidikan, sedangkan Naive Bayes, k-Nearest Neighbors, dan Decision Tree digunakan untuk mengklasifikasikan kategori distribusi. Hasil clustering menghasilkan tiga cluster utama. Cluster 1 menunjukkan keterwakilan OAP tinggi dengan jumlah guru relatif kecil, Cluster 2 didominasi non-OAP dengan jumlah guru besar, sedangkan Cluster 3 mencakup 179 satuan pendidikan (69,92%) dan menunjukkan dominasi guru non-OAP. Decision Tree memberikan performa terbaik dengan AUC 0,994, accuracy 0,992, precision 0,992, recall 0,992, dan F1-score 0,992. Temuan menunjukkan distribusi guru ASN OAP belum proporsional, terutama pada kategori Tidak ada OAP dan Rendah.
Copyrights © 2026